KEPAK SAYAP ELANG LUKA
ETOS KERJA NEGARA SAKURA
Siti Suci Winarni
Jepang terkenal dengan etos kerjanya yang tinggi dan bahkan seorang karyawan rela bekerja lembur tanpa dibayar. Orang jepang juga dikenal setia terhadap tempatnya bekerja, sangat jarang berpindah-pindah tempat kerja atau berganti profesi.
Kita ketahui di negeri kita alasan yang sering kali menjadi dasar seseorang mempertimbangkan dirinya untuk berpindah kerja antara lain ingin menambah pengalaman dan kemampuan diri, adanya prospek jenjang karir yang lebih baik, tempat kerja yang lebih baik, dan gaji yang lebih kompetitif.
Berbeda dengan orang di negeri kita, orang Jepang cenderung memutuskan berganti profesi dan berpindah tempat kerja dikarenakan unsur keluarga, dan kekhawatiran akan kondisi perusahaan, yaitu apakah kondisi keuangan dan perkembangan perusahaan, saat ini mengalami kemajuan ataukah stagnan bahkan menurun ... Meskipun sangat jarang ditemui, turun posisi dalam menempati suatu jabatan menjadi salah satu alasan orang Jepang untuk pindah pekerjaan ke tempat lain.
Sedikit berbeda dengan kultur kita bukan ? Lalu muncul pertanyaan kenapa orang Jepang enggan berpindah kerja di tempat lain ? Hal itu karena secara umum, perusahaan Jepang menerapkan sistem status "karyawan tetap" dalam kebijakan kepegawaiannya.
Siapa yang tidak tahu dengan negara bunga sakura, Jepang? Meski kalah perang, sering diguncang gempa, dan tidak memiliki banyak sumber daya alam, negeri matahari terbit ini mampu jadi salah satu raksasa industri di Asia, bahkan dunia, hal Ini karena orang Jepang sudah menanamkan budaya disiplin dan etos kerja yang luar biasa sejak dini. Seandainya kita bisa menerapkan etos kerja orang Jepang dalam kehidupan sehari-hari, negeri kita pasti cepat maju. Nah yang harus dihilangkan dari mental-mental kita yaitu sikap dan sifat sombong, baru saja berkiprah sedikit sudah berani menilai orang lain kurang etos kerjanya kek kurang ini dan itu, kalau orang Jepang lebih sibuk pada membenahi diri sendiri. Sebenarnya kita tidak bisa sepenuhnya dan sejelas-jelasnya apa yang dikerjakan orang lain, kita hanya membaca dari luar dan mengetahui laporan dari orang lain juga hanya sekilas menilai, itu akan salah dan pasti terjadi distorsi, untuk itu jangan menilai orang lain ... Lebih-lebih menghakimi ... Akan salah ... Kecuali betul-betul mengetahui jejaknya dari A hingga Z... Hehehe ...saatnya hentikan menghujat ... Hentikan merasa benar sendiri ... Hehehe ... Di atas langit masih ada langit ... Lebih baik kita berguru pada AKAR dan PADI ... Oke ...
Mari kita kupas prinsip kerja orang Jepang yang patut kita tiru. Apa saja? Berikut ulasannya seperti paparan dalam buku-buku tentang kiat sukses orang Jepang
A. Kejujuran dan Ketulusan (Makoto dan Ganbatte Kudasai)
Dalam melakukan pekerjaannya, orang Jepang memegang teguh prinsip ini, yaitu bekerja keras dengan semangat, kejujuran, dan ketulusan. Sementara, ganbatte kudasai adalah kata-kata penyemangat yang kerap diucapkan orang Jepang, dalam konteks bekerja berarti semangat pantang menyerah sampai tujuan tercapai. Istilah di kita terus maju pantang mundur, hingga titik darah penghabisan jika dalam perjuangan ...
B. Kesatria ( Bushido )
ksatria’ ini merupakan kode etik golongan samurai pada masa feodal Jepang. Seorang samurai memiliki loyalitas dan totalitas terhadap tuannya. Ia bahkan rela melakukan harakiri (bunuh diri dengan menusuk perut) untuk mengembalikan kehormatan dirinya.
Nah, semangat bushido ini ternyata mengakar dalam etos kerja masyarakat Jepang. Mereka memiliki loyalitas dan pengabdian tinggi terhadap perusahaan dan bekerja dengan penuh kehormatan serta totalitas. Hal ini membuat orang Jepang cenderung loyal dan jarang berpindah-pindah perusahaan, hanya karena uang dan jabatan.
C. Prinsip Tepat Waktu (Kaizen)
Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Artinya, kita harus fokus dan tidak boleh menunda-nunda agar pekerjaan kita selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Keterlambatan akan menjadi sebuah kerugian bagi diri sendiri, perusahaan, dan konsumen. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, waktu dan biaya haruslah optimal. Makanya jarang kita lihat ada orang Jepang yang datang terlambat ke tempat kerja. Mereka juga umumnya malu pulang lebih awal, serta disiplin dalam membedakan antara waktu kerja dan waktu istirahat, apalagi kongko2 makan-makan keluar ke resto saat jam kerja ... Itu menjadi pantangan. Orang Jepang itu rasa malunya besar.
D. Konsep Kreatif, inovatif, dan produktif (Keishan)
Menerapkan prinsip ini, orang Jepang tidak takut untuk berkarya secara kreatif dan melakukan inovasi-inovasi yang berbeda. Inilah mengapa kita kerap menemui hal-hal yang unik di Jepang. Selain itu, konsep ini juga membuat orang Jepang selalu terbuka mempelajari hal-hal baru saat bekerja, tiada waktu yang terbuang mubazir, selalu bermakna, tidak kenal.mengimpat dan ghibah. Hehe
E. Tidak pernah menganggap remeh pekerjaan.
Orang Jepang tidak pernah menganggap remeh suatu pekerjaan. Faktanya, perusahaan Jepang mendidik karyawannya untuk bekerja mulai dari tingkat terbawah. Tanpa pandang bulu, karyawan baru di sana bisa saja diminta untuk mengelap meja, merapikan dan membersihkan peralatan kantor, maupun hal-hal lain yang sering kita anggap sebagai pekerjaan sepele, dengan prinsip ini, karyawan di sana diajarkan tentang kemandirian dan mengenal semua lini produksi perusahaan dengan baik. Bagi perusahaan di Jepang, karyawan adalah sebuah investasi berharga. Makanya, ia harus mengenal perusahaannya dengan baik dari level terendah. Nah, untuk meningkatkan produktivitas kerja, sudah selayaknya kita meniru etos kerja orang Jepang, jadi karyawan juga dijaga layaknya faktor produksi yang lain ... Yang diharapkan menghasilkan karya yang berkualitas tinggi, tentu jaminan terhadap para karyawan VVIP juga ...
Demikian kiat-kiat sukses Negara Jepang ... Semoga kita bisa mencontoh yang baik-baiknya ... Aamiin
Subang, Maret 2020
SSW_Negara_Maju
SEDERHANA TAPI MENGENA
Siti Suci Winarni
Di era globalisasi ini teknologi sungguh sangat merajai, setiap detik berubah lari kencang terus melaju seolah tanpa henti, mau tidak mau kita harus mau mengikuti, jika kita tidak mengikuti maka akan tertinggal dan tergilas habis, serta tidak mampu bersinergi secara maksimal, karena semua bidang kehidupan menggunakan teknologi, tetapi kita harus memiliki filter yang mampu menyeleksi dan menyaring yang baik dan bermanfaat. Kita perlu menguasai, akan tetapi janganlah diri kita menjadi budaknya. Berbagai tutorial tertebar tertabur di jagat maya, tinggal pilih suka-suka aneka warna, tetapi mampukah diri kita memilah memilih yang betul-betul bermakna. Semua memberikan ilmu. Semoga bisa jadi pemacu menuju peradaban baru.
Pada dasarnya keberhasilan pembelajaran bukan sepenuhnya dari kecanggihan dan kerumitan media yang kita berikan dan kita gunakan bersama anak didik, tetapi pondasi utama adalah kesungguhan, ketulusan, dan keikhlasan dalam setiap upaya tersebut kita jalankan dengan penuh ketelatenan. Penggunaan media pembelajaran sederhana pun jika kita menyampaikan dengan hati, penuh kasih sayang, bahasa yang jelas, tujuan terarah, dan selalu lengkap dalam arti setiap pertemuan melakukan kegiatan mengajar dan mendidik insyaa Alloh mampu dipahami serta kuat terpatri pada diri anak didik kita.
Kadang-kadang kecanggihan dengan beragamnya media pembelajaran hanya menguap habis dan hilang sebatas teori dan ceremonial, tetapi penerapan masih kurang. Semoga kita sebagai pendidik mampu berkiprah sebenar-benarnya dan sebaik mungkin, serta bijaksana setiap mengambil langkah terutama di era pamdemi ini, dengan menerapkan pembelajaran yang tidak menyulitkan peserta didik, sederhana mampu dikuasai oleh seluruh peserta didik, yang berlatar belakang beragam, yang penting adalah materi yang kita ampu, setiap pertemuan pembelajaran sampai pada anak dapat dipahami dengan baik, mengerti tujuan dari pembelajaran itu, serta mampu mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari dengan harapan bisa menjadi modal dalam mengarungi hidup nantinya terjun di masyarakat.
Pembelajaran jarak jauh sama sekali bukan pembelajaran yang ideal, sekali pun dengan menggunakan teknologi canggih (daring) karena pembelajaran pada intinya adalah membangun karakter yang diperoleh dengan memberikan teladan dalam setiap langkah proses pembelajaran di sekolah. Bertemu langsung dengan guru, teman dan seluruh keluarga besar di sekolah bahkan dengan para pedagang di sekolah di situlah anak didik mempraktikkan diri hidup bermasyarakat dalam lingkup miniatur, akan tetapi dengan pembelajaran jarak jauh, anak akan terkungkung dalam keramaian dan riuhnya gadget dalam kenyataan yang sunyi. Sungguh sangat memrihatinkan, selama satu tahun anak tak tersirami sejuknya oase-oase yang harusnya mengalirinya setiap hari. Jadi satu-satunya cara kita sebagai pendidik, di akhir materi harus menyisihkan waktu 5 menit memberikan pencerahan, seperti saat kita tatap muka di kelas, etika saat belajar daring pun kita biasakan seperti belajar tatap muka, hal ini agar karakter peserta tetap terbentuk, tentu kita sebagai pendidik harus piawai membuat atmosfer dalam pembelajaran daring tetap kondusif dan bermakna.
Sangat bangga saya rasakan setiap pembelajaran yang saya lakukan. Karena walaupun PJJ anak-anak sangat menjaga etika, saat terlambat masuk selalu lapor, saat interaktif juga sangat menjaga kesopanan dalam bertanya, menjawab, dan mengeluarkan pendapat. Tetapi PJJ bukan pembelajaran yang ideal, kata-kata ini berulang-ulang terucap, karena dengan batas dan jarak tidak terjadi kontak batin yang kuat, itulah yang menjadikan perasaan sedih. Semoga pandemi cepat berlalu, Pembelajaran normal kembali, karena seluruh rasa bosan, gelisah, galau, gundah, bergelayut membebani pikiran para pendidik, peserta didik, dan para orang tua siswa. Berbagai keluhan dicurahkan lewat telpon, SMS, berbagai media masa, dan media sosial. Itulah uneg-uneg pagi ini ... Dengan doa dan berdoa selalu ... Semoga pandemi cepat berlalu. Aamiin Yaa Alloh Yaa Robbal Aalamiin.
Subang, 22 Februari 2021
#by SSW
Cape sekali membaca kalimat-kalimat panjangnya....
BalasHapusMasukan barangkali ya Pak, agar kalimat panjangnya dipecah. Menjadi beberapa kalimat pendek. Begitu pula paragraf ya.
HapusTapi isinya sudah bagus Bu 👍🏻
Aamiin ... Membaca artikel ini, meminjam istilah King Dodi "Nanjeur!!!"
BalasHapusPanjang Mencerahkan
BalasHapusDengan senang hati ... Masukan segala rasa diterima ... Ini blogg sederhana ... 2 blogg yg rada elegan lupa password belum bisa dibuka lagi ... Banyak artikel kekunci ... di sana ... hatur nuhun Pak Andana Fumio dan terima kasih Mbak Ditta ...
BalasHapusHatur nuhun Bapak Iyus Suhu Akrostik
BalasHapus